• Klinik Raden Saleh

Tindakan Medis Aborsi Kuret


tindakan aborsi memerlukan bantuan cocor bebek (spekulum) untuk membuka vagina

Apa itu aborsi kuret?

Aborsi Kuret adalah prosedur yang dilakukan dokter untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim Anda. Tujuannya beragam, dari biopsi, penanganan kondisi medis tertentu, hingga membersihkan bagian dalam rahim setelah aborsi.

Proses aborsi kuret perlu diawali dengan pembukaan mulut rahim atau biasa yang disebut dilatasi. Inilah alasan kenapa aborsi kuret juga dikenal dengan istilah dilatasi dan kuret (dilation and curettage/D&C).

Mendengar kata kuret mungkin sering membuat kebanyakan wanita cemas. Karena itu, mengetahui seluk-beluk prosedur ini diharapkan dapat membantu Anda untuk mengurangi kecemasan.

Pastikan Anda mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter dan jangan sungkan untuk mengajukan pertanyaan apapun sebelum memutuskan untuk menjalani aborsi di klinik raden saleh


Kenapa aborsi diperlukan?

Secara umum, terdapat dua jenis alasan kenapa Anda membutuhkan aborsi. Alasan ini meliputi mendiagnosis suatu penyakit dan menangani gangguan medis tertentu pada rahim.


Mendiagnosis penyakit rahim

Dokter bisa merekomendasikan aborsi untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) dari rahim. Biopsi ini berfungsi untuk mendiagnosis penyebab dari kondisi-kondisi berikut:

  • Perdarahan abnormal dari jalan lahir 

  • Perdarahan setelah menopause

  • Adanya sel-sel rahim yang abnormal yang terdeteksi melalui pemeriksaan Pap smear. Sel-sel ini bisa saja adalah sel kanker. 

Beberapa penyebab dari gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Hiperplasia endometrium, yakni kondisi di mana dinding dalam rahim menebal. Kondisi ini bisa berujung pada kanker rahim bila tidak ditangani.

  • Polip rahim atau mioma.

  • Kanker rahim.


Untuk menangani penyakit atau kondisi tertentu pada rahim 

Dokter akan menganjurkan tindakan aborsi di klinik raden saleh jakarta untuk menangani kondisi-kondisi yang meliputi:


Keguguran

Tindakan aborsi dilakukan untuk membersihkan jaringan yang tersisa di dalam rahim setelah keguguran. Dengan ini, infeksi atau perdarahan rahim bisa dicegah.

  • Hamil anggur

Kehamilan anggur adalah kondisi di mana pengidap bukan mengandung janin, melainkan tumor. aborsi dilakukan untuk mengangkat tumor tersebut.

  • Plasenta yang tersisa setelah persalinan

Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan berat pascapersalinan. Karena itu, aborsi dilakukan untuk membersihkan atau mengangkat plasenta yang masih tersisa.

  • Polip rahim atau polip serviks

Kedua kondisi ini bersifat jinak dan dapat diangkat dengan tindakan aborsi.


Siapa yang sebaiknya tidak menjalani kuret?

Sebelum aborsi dilakukan, pastikan Anda tidak mengalami hal-hal dibawah ini:

  • Sedang hamil 

  • Memiliki alergi atau sensitif terhadap obat-obatan tertentu, seperti yodium atau lateks

  • Mengalami gangguan pembekuan darah

  • Mengonsumsi obat-obatan pengencer darah secara rutin

Apabila Anda mengalami kondisi di atas, beritahukan pada dokter sebelum prosedur aborsi dilakukan.


Apa saja persiapan untuk menjalani aborsi?

Sebelum menjalani aborsi, Anda bisa melakukan langkah-langkah persiapan sebagai berikut:

  • Mendiskusikan manfaat dan risiko kuret dengan dokter kandungan

  • Menyiapkan surat izin atau cuti selama 1-2 hari karena Anda mungkin butuh istirahat di rumah dulu setelah prosedur

  • Pastikan ada orang yang mengantar Anda ke klinik aborsi raden saleh maupun pulang ke rumah pascaprosedur kuret

  • Berpuasa yang biasanya dimulai pada malam sebelum prosedur


Bagaimana prosedur kuret dilakukan?

Secara umum, prosedur aborsi meliputi:

  • Anda akan diminta berganti pakaian dengan gaun Klinik Aborsi Raden Saleh.

  • Anda akan diminita untuk berbaring telentang di ranjang khusus yang memiliki penyangga untuk menaruh kedua kaki Anda.

  • Dokter anestesi akan melakukan anastesi bius, baik bius lokal, regional, atau total. Jenis bius ini akan didiskusikan oleh dokter terlebih dulu saat Anda memutuskan untuk menjalani aborsi. 

  • Dokter akan memasang spekulum ke dalam vagina untuk melihat kondisi serviks

  • Dokter kemudian memasukkan alat seperti batang untuk membuka serviks (proses dilatasi).

  • Setelah mulut rahim terbuka, dokter akan mengeluarkan batang dilatasi dan memasukkan alat khusus. Alat ini bisa berbentuk seperti sendok dengan ujung tajam atau alat penghisap.

  • Dokter lalu mulai mengangkat jaringan rahim.


Apa saja yang perlu diperhatikan setelah aborsi?

Setelah aborsi selesai, Anda akan dipindahkan ke ruangan observasi. Di ruangan ini, dokter dapat dan petugas medis akan memantau ada tidaknya perdarahan atau komplikasi lain, serta mengawasi tingkat kesadaran Anda. 

Bila kondisi Anda stabil selama observasi, Anda akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Anda kemudian diizinkan pulang dalam 1-2 hari dan biasanya perlu melakukan rawat jalan.

Beberapa hari setelah prosedur aborsi, Anda mungkin akan merasakan kram perut yang ringan dan keluarnya bercak-bercak darah.

Untuk meredakan rasa tidak nyaman dan kram perut, Anda dapat meminum obat penghilang nyeri. Pada umumnya, Anda bisa kembali beraktivitas seperti biasa setelah 1-2 hari. 

Namun segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Perdarahan hebat yang mengharuskan Anda mengganti pembalut setiap jam

  • Demam

  • Kram perut yang berlangsung lebih dari 48 jam

  • Nyeri yang makin memburuk

  • Keluar cairan dengan aroma tidak sedap dari vagina

Untuk mencegah infeksi pada rahim, pastikan Anda tidak memakai tampon dulu selama beberapa waktu. Anda juga perlu menghindari hubungan seks untuk sementara.

Jangan lupa untuk melakukan kontrol ke dokter setelah menjalani aborsi, sesuai dengan jadwal konsultasi yang diberikan oleh dokter. Dokter akan menilai proses pemulihan pada serviks dan rahim Anda. Anda juga bisa menanyakan kapan Anda bisa kembali berhubungan seks.

5 tampilan